6 Hal Nasihat Imam Ghazali

Kematian, masa lalu, nafsu, amanah, meninggalkan sholat, lidah

  1. Kematian. Dia selalu kita abaikan. Setiap kali kita mendengar kata itu, selalu aja berusaha menghindarinya, membicarakannya pun enggan. Meskipun demikian, dia akan tetap datang menemui kita tanpa kita tahu kapan dia akan datang. Dialah yang paling dekat dengan diri kita. Segeralah bersiap untuk menemuinya.
  2. Masa lalu. Itulah hal yang telah kita jalani. Kesedihan ataupun kebahagian yang ada di sana tidak bisa kita atur ulang, kita ubah walaupun cuma 1 hari yang lalu, atau 1 jam yang lalu, bahkan 1 detik yang lalu. Itulah yang paling jauh dengan diri kita. Jangan sia-siakan waktumu.
  3. Nafsu. Selalu saja membersamai diri kita. Saat kita dalam kesendirian maupun dalam keramaian. Selalu membisikan kepada kita untuk melakukan ini dan itu. Apabila kita tidak waspada menghadapinya, maka ia akan membawa kita kepada kehancuran. Itulah yang paling besar di dunia ini.
  4. Amanah. Kadang atau sering malah kita menyepelekannya. Padahal, setiap amanah akan selalu butuh tanggung jawab dalam mengembannya. Itulah hal yang paling berat bagi diri kita.
  5. Meninggalkan sholat. Hal yang paling ringan bagi kita jika kita sudah disibukkan dengan urusan dunia: mencari nafkah, bersenang-senang, dan lain sebagainya. Jangan sampai dunia melalaikan ibadahmu.
  6. Lidah. Luka yang dihasilkannya tidak terlihat, tidak berbekas, tapi rasa sakitnya sulit untuk dihilangkan. Itulah mengapa ia benda yang paling tajam dibandingkan pedang, pisau, atau senjata tajam yang lain. Maka, berhati-hatilah kawan dengan ucapan yang kita katakan.

I’m lost

c2VnYWxhIHB1amkgYmFnaSBlbmdrYXUgeWEgYWxsYWgsCm1hc2loIG1lbWJlcmlrYW5rdSBoaWR1cCBoYXJpIGluaSwgeWFuZyBiZXJhcnRpIG1hc2loIGFkYSBrZXNlbXBhdGFuIGJhZ2lrdSB1bnR1ayBiZXJ0YXViYXQuCm1lbnllc2FsaSBzZWdhbGEgZG9zYSB5YW5nIGFrdSBsYWt1a2FuIGJlcnVsYW5nLCBkYW4gdGlkYWsgYWthbiBtZW5ndWxhbmdpbnlhIGxhZ2kgZGkgbGFpbiBrZXNlbXBhdGFuLgpzZXJ0YSBtZW5jb2JhIHVudHVrIG1lbnV0dXBueWEgZGVuZ2FuIG1lbGFrdWthbiBrZWJhaWthbi1rZWJhaWthbi4KCnNlZ2FsYSBwdWppIGJhZ2kgZW5na2F1IHlhIGFsbGFoLAp5YW5nIHNlbGFtYSBpbmksIHRlbGFoIG1lbXBlcnRlbXVrYW5rdSBkZW5nYW4gb3JhbmcyIHlnIGJhaWssIG9yYW5nMiB5YW5nIHNob2xlaCBha2hsYXFueWEsIHNlaGluZ2dhIG1lcmVrYSBzZWNhcmEgdGlkYWsgbGFuZ3N1bmcgbWVuZ2FqYXJpa3UgdW50dWsgdGVydXMgbWVuamFkaSBwcmliYWRpIHlhbmcgbGViaWggYmFpay4gYmVyaWthbmxhaCBtZXJla2Ega2ViZXJrYWhhbiBkYWxhbSBrZWhpZHVwYW5ueWEgZGFuIGtlbHVhcmdhbnlhLiAKCnNlZ2FsYSBwdWppIGJhZ2kgZW5na2F1IHlhIGFsbGFoLAp5YW5nIHRlbGFoIG1lbWJlcmlrYW5rdSBiYW55YWsgc2VrYWxpIG5pJ21hdCBzZWphayBha3UgYmFuZ3VuIHRpZHVyIHNhbXBhaSB0aWR1ciBsYWdpIHNldGlhcCBoYXJpbnlhLiBqaWthIGVuZ2thdSBtZW1iZXJpIGhhcmdhIGRpIHNldGlhcCBuaSdtYXQgeWFuZyBlbmdrYXUgYmVyaWthbiwgbmlzY2F5YSBha3UgdGFrIHNhbmdndXAgdW50dWsgbWVtYmVsaW55YS4gYmFoa2FuLCBzZWx1cnVoIG9yYW5nIGRpIGR1bmlhIGluaSBwdW4gdGFrIHNhbmdndXAgbWVtYmVsaSBzZWx1cnVoIG5pJ21hdCB5YW5nIHRlbGFoIGVuZ2thdSBiZXJpa2FuLiAKYWt1IG1hc2loIGRpYmVyaSBrZWhpZHVwYW4sIGRpYmVyaSBrZXNlbXBhdGFuLCBkaWJlcmkga2VzZWhhdGFuLCBkaWJlcmkgdWRhcmEgeWFuZyBzZWdhciwgZGliZXJpIG9yYW5nLW9yYW5nIHlhbmcgbWVuY2ludGFpIGRhbiBtZW5nYXNpaGlrdSBkZW5nYW4gdHVsdXMsIGRpYmVyaSBpbWFuIGRhbiBpc2xhbSwgZGFuIG1hc2loIGJhbnlhayBsYWdpIHlhbmcgbGFpbi4gdGlkYWsgZGFwYXQga3V0dWxpcyBzYXR1IHBlciBzYXR1IGRpIHNpbmkuCgp5YSBhbGxhaCwKYW1wdW5pbGFoIGRvc2FrdS4uIGJlZ2l0dSBzb21ib25nIGRlbmdhbiB0aWRhayBtYXUgYmVyc3l1a3VyIHRlcmhhZGFwIG5pJ21hdDIgbXUgaXR1LiBtZW5nZ3VuYWthbiBwZW1iZXJpYW5tdSB1bnR1ayBiZXJtYWtzaWF0IGtlcGFkYW11LiBtZWxha3VrYW4gaGFsMiB5YW5nIHNpYTIuIG1lbmdoYWJpc2thbiB1bXVyIGRlbmdhbiBiZXJnZWxpbWFuZ2FuIGRvc2EtZG9zYS4gc3VuZ2d1aCBoaW5hIGhhbWJhbXUgaW5pLi4gbWFrYSBhbXB1bmlsYWggZG9zYTJrdSB5YSBhbGxhaC4uIHRpZGFrIGFkYSB5YW5nIHNhbmdndXAgdW50dWsgbWVuZ2FtcHVuaSBkb3Nha3Uga2VjdWFsaSBlbmdrYXUgc2FqYS4KCnlhIGFsbGFoLApqYWRpa2FuIGRpcmlrdSBtZW5qYWRpIHNlbWFraW4gYmFpaywgc2VtYWtpbiBiYWlrIGxhZ2kgZGFyaSBoYXJpIGtlbWFyaW4uIG1lbmphZGkgcHJpYmFkaSB5YW5nIGJlcm1hbmZhYXQgYmFnaSBvcmFuZyBkYW4gbGluZ2t1bmdhbiBzZWtpdGFyLiBtZW1iYXdhIGtlbWFrbXVyYW4sIGJ1a2FuIG1lbWJhd2Ega2VtYWRoYXJhdGFuLiBoaW5kYXJrYW5sYWggYWt1IGRhcmkgcGVyYnVhdGFuIHNpYS1zaWEgZGFuIHRpZGFrIGJlcm1hbmZhYXQgYmFnaSBrZWhpZHVwYW5rdSBkYW4gbGluZ2t1bmdhbmt1LiBiZXJpa2FubGFoIHBldHVuanVrbXUgZGkgc2V0aWFwIHdha3R1LiBha3UgaGFueWFsYWggb3JhbmcgeWFuZyBzZXNhdCB0YW5wYSBwZXR1bmp1a255YS4gYWt1IGhhbnlhbGFoIG9yYW5nIHlhbmcgYWRhIGRpIGtlZ2VsYXBhbiwgdGFucGEgY2FoYXlhLW11LiBha3UgaGFueWEgb3JhbmcgeWFuZyBsZW1haCwgdGFucGEgZW5na2F1IGJlcmkga2VrdWF0YW4ga2VwYWRha3UuIGFrdSBoYW55YWxhaCBvcmFuZyB5YW5nIGhpbmEgZGFuIHRlcmhpbmFrYW4gb2xlaCBvcmFuZyBsYWluLCB0YW5wYSBlbmdrYXUgdHV0dXBpIGFpYi1haWIga3UuIHlhIGFsbGFoLCBha3UgbW9ob24gcGV0dW5qdWttdS4gamFuZ2FuIHRpbmdnYWxrYW4gYWt1IHlhIGFsbGFoLi4g

Bon Voyage

saladinreborn look-back:

paper_ship_in_green_water-2560x1600

Ga nyangka lebih dari 4 tahun blog ini eksis. Meski nggak banyak post yang ter-publish, bagiku sudah cukup senang memiliki blog ini. Sorry ya, kali ini ceritanya khusus tentang blog. Lookback gitulah ceritanya.. 😛

Saladinreborn bagiku adalah sebuah mimpi. Mimpi untuk terlahir kembali menjadi saladin yang baru. Saladin yang punya karakter pendiam, minder, tertutup, kaku, cuek, egois, anti sosial, usil, game-freak, dan sifat-sifat negatif lain menjadi pribadi yang lebih baik: peduli dengan sekitar, bermanfaat, terbuka, dan sifat-sifat baik lainnya. Akan butuh waktu yang lama, batinku saat itu.. karena mengubah karakter yang sudah terbentuk itu tidaklah semudah membalik telapak tangan. Ya emang benar sih.. sampai saat ini pun masih banyak karakter-karakter tidak baik yang menempel di diriku, hehehe..

Saladinreborn adalah tempat pelarian. Pelarian dari kecanduan online-game yang hampir setiap hari dimainkan saat SMA dulu. Continue reading

Work World

codingLama kutinggalkan blog gw yang penuh sejarah ini. Tempat pelarian dari (kecanduan) game online. Sebenarnya pengin sekali nulis sesuatu sekedar untuk melegakan batin dan menyegarkan pikiran. Beberapa post sebenarnya telah dibuat, semuanya hanya tersimpan sebagai draft, dan akhirnya hanya bermuara di tempat sampah.. Hahaha. Jari-jari ini begitu sulit untuk sinkron dengan otak, mungkin karena terlalu lama tidak menulis bahasa-bahasa manusia. Setiap hari hanya menulis kode-kode program. Pada kesempatan kali ini, gw cuma berharap semoga post kali ini tidak bernasib seperti post-post sebelumnya… masuk ke trash. 😛

Dari sulitnya menulis ini gw jadi berpikir. Bingung, kenapa ya diri ini tidak lagi PeDe ataupun nekat seperti dahulu? Selalu saja ada alasan untuk mundur dari keinginan-keinginan yang ada. Apa coba yang ditakutkan? Kegagalan? atau malah tidak siap untuk mendapat kesuksesan? Padahal dahulu selalu saja bisa berkata, “nek gagal yo sesuk tinggal cobo meneh“. Sekarang malah….. Ya, sepertinya gw udah berubah.

Setiap orang memang bisa berubah atau malah membutuhkan perubahan. Maaf kawan, berubah disini bukan jadi power ranger, kamen rider, atau GGS lho… tapi berubah secara kepribadian. Oke? Dunia kuliah sudah lama gw tinggalkan, dan saat ini gw berada di dunia kerja (walaupun sebenarnya tetep di lingkungan kampus juga sih.. Huhft). Dunia kerja dengan dunia persilatan perkuliahan memang tidaklah sama. Di dunia perkuliahan, meskipun setiap hari harus belajar, belajar, dan belajar, tapi merasa selalu ada tantangan karena apa yang dipelajari selalu beda dengan hari-hari sebelumnya. Berbeda dengan dunia kerja (karyawan), Continue reading

Jangan Salah Sangka

Jangan salah sangka..

sejatinya aturan-aturan yang ada di dalam Islam bukan untuk mengekang pemeluknya, tapi ada untuk kemaslahatan bersama.

jika aturan itu merupakan perintah, ya dikerjakan dengan segenap jiwa.

jika aturan itu larangan, ya dijauhi aja tanpa menyisakan keraguan atau kegalauan di hati.

yang hitam dan yang putih itu jelas, kita sendirilah yang membuatnya abu-abu..

🙂

Langkah Pajak Kendaraan Tahunan (Online) Solo

Sebagai warga negara yang baik, kita diharuskan membayar pajak. Banyak sekali macam-macam pajak di negara ini, salah satunya adalah pajak kendaraan bermotor tahunan. Di post yang sebenarnya udah lama ngendon ini, kita akan bicarakan tentang pajak kendaraan roda dua yang dibayarkan secara online. Apa sih online itu?  Apa saja yang dibutuhkan, dan bagaimana langkahnya? Selamat menyimak. 🙂

Apa sih maksud Online?

Online yang dimaksud adalah motor yang pajaknya seharusnya dibayar di SAMSAT A dibayarkan di SAMSAT B. Contohnya gini: pajak motor ane seharusnya di SAMSAT Sukoharjo. Akan tetapi, karena rumah ane di Kartosuro, yang notabene jauh dari SAMSAT Sukoharjo (perjalanan kurang lebih 30 menit), akhirnya ane bayar pajak di SAMSAT Solo yang cuma 10-15 menit dari rumah.

Apa saja yang dibutuhkan dan perlu dipersiapkan?

 

  1. STNK asli, BPKB asli, dan KTP asli (pemilik STNK) Continue reading

WSS

Duh, lama tak posting di sini. Sebenarnya banyak banget yang mau gw tulis di sini. Udah tersimpan dalam bentuk draft sih, tapi sayangnya bentuk draft di otak. Jadi, kalo lagi banyak pikiran, ya udah hilang deh itu draft. Hahaha..

Oke, mumpung masih anget, kali ini gw pengin cerita tentang WSS. Apa sih WSS? WSS udah jelas adalah sebuah singkatan. Bagi yang sering coding web, mesti ngerti yang namanya CSS (Cascade Style Sheet), lha… WSS ini gak ada hubungannya sama sekali dengan itu. WSS adalah singkatan dari “Waroeng Spesial Sambal” atau biasa disebut “SS”. Bukan bermaksud promosi lho, tapi memang di sinilah tempat makan yang penuh kenangan, terutama bersama “kawanan serigala” yang satu per satu berpisah dari kelompoknya demi petualangan yang baru. 🙂

Biasanya kami makan di WSS karena ada yang dapat rejeki berlebih, entah karena honor asisten yang baru turun, dapat beasiswa, dapat dana penelitian, ataupun habis gajian kerja sampingan. Ciee, nraktir terus dong. Nggak juga sih, malah sering-e gw yang dapat traktiran. Hmmm. Selain alasan itu, alasan kami memilih WSS karena sepertinya cuma di sanalah warung yang bisa menjawab kegelisahan kawanan serigala, terutama soal porsi makanan. Kawanan serigala, yang notabene butuh “porsi kuli” dalam hal makan, merasa tentram dengan adanya fitur FREE tambah nasi di WSS. Jadinya si eF tidak perlu lagi beli nasi terlebih dahulu di warung burjo-an. ^^V #peace. Tambahan juga, Continue reading