Mimpi? Kenapa tidak??

Siapa sih yang tidak ingin jadi orang sukses??? Semua orang pasti ingin sukses. Namun, menjadi orang sukses tidaklah mudah, perlu adanya perjuangan berat dan pengorbanan yang besar pula. Pada awalnya, orang-orang yang sukses memulai hanya dengan bermimpi. Hmm,  mungkin terdengar aneh, tapi memang seperti itulah kenyataanya. Tanpa adanya mimpi, seseorang tak mempunyai motivasi yang menyebabkan terobsesi pada sesuatu yang dia inginkan. Misalnya, ada dua orang anak kecil, seorang dari mereka ingin menjadi dokter, tapi anak yang satu tidak tahu ia ingin menjadi apa kelak nanti. Mimpi seorang anak yang ingin menjadi dokter itu dapat memberikan motivasi dalam hidupnya. Adanya mimpi itu, anak itu berusaha/belajar dengan keras sehingga apa yang diinginkannya dapat tercapai. Beda jika tidak mempunyai mimpi, hidup akan terasa sangat membosankan dan terkesan monoton. “Hanya mengikuti arus yang ada”, mungkin itulah kalimat yang tepat. Saat kebanyakan orang melakukan hal ini, orang itu hanya ikut-ikutan saja. Saat kebanyakan orang tidak melakukan hal ini, orang tersebut juga tidak melakukannya. Ya seperti itulah, tidak punya pendirian.

Dalam kehidupan ini memang perlu mempunyai sebuah mimpi atau bahkan banyak mimpi. Namun, perlu disadari bahwa punya mimpi saja tidaklah cukup, tapi perlu komitmen untuk mencapai yang diimpikan tersebut. Hanya bermimpi, bermimpi, dan terus bermimpi tanpa ada aksi untuk merealisasikannya menjadikan mimpi hanya sebatas mimpi saja. Malah mungkin hidup kita akan tenggelam oleh mimpi-mimpi saja. Dapat kita bayangkan sendiri, bagaimana jika Wright bersaudara  tidak pernah bermimpi ingin terbang seperti burung, mungkin mereka tidak akan menjadi pembuat pesawat terbang pertama. Namun, Wright bersaudara tidak hanya tenggelam dalam mimpi ingin terbangnya, mereka bermain layangan, mengumpulkan informasi tentang penerbangan, dan sebagainya. Mereka membuat pesawat, mencoba pesawat buatannya, kemudian gagal. Akan tetapi, kegagalan itu tidak membuat mereka berhenti. Mereka mempelajari mengapa bisa gagal, mengapa bisa ini, mengapa bisa itu, mencoba, gagal, mencoba lagi, dan seterusnya. Sampai akhirnya berhasil merealisasikan mimpinya dan seharusnya memang seperti itu jika kita punya mimpi.

Berusaha mencapai/merealisasikan mimpi bukan hal yang mudah. “Lebih mudah berteori daripada prakteknya” seperti itulah kalimat lainnya. Banyak sekali tantangan saat kita berusaha, tapi jangan dalam menghadapinya janganlah takut, justru tantangan itulah yang membuat kehidupan kita menjadi lebih menarik. Seringkali karena terobsesi dengan suatu mimpi, kita sering memilih jalur pintas untuk mendapatkannya. Misalnya, mencontek saat ujian/ulangan… (hihihi, yg nulis kayaknya pengalaman bgt ya.. astaghfirullah, khilaf). Proses-proses yang seharusnya ada malah kita lalaikan dengan proses yang instan. Perlu kita sadari bahwa hasil memang penting, tetapi proses tidak kalah penting. Dalam proses kita dapat belajar banyak, seperti kata pepatah “No Gain without Pain“, tidak ada perkembangan tanpa adanya rasa sakit/kesusahan terlebih dahulu. Contoh nyatanya banyak sih, tapi salah satunya Wright bersaudara tadi. Mereka pernah gagal, bahkan sering gagal, tapi mereka tidak menyerah sampai dapat mencapai yang diinginkannya. Proses-proses yang terlihat tak berharga akan menjadi jejak-jejak yang tak terlupakan dalam hidup kita. Oleh karena itu, marilah kita bermimpi, tapi jangan hanya sebatas mimpi, kita perlu merealisasikannya juga…. Dan buatlah jejak-jejak yang nantinya akan sangat berharga dalam hidup anda ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s