Masa Muda yang Istimewa

Hari sumpah pemuda udah lewat sih, tapi ga tau kenapa ane pengin nulis tentang pemuda.. Lha trus alesane nulis apaan?? Oh iya, Beberapa waktu yang telah lalu, ane ikut sebuah acara kampuz, tapi namanya apaan lupa (hehehe..) Pengisinya adalah seorang penulis buku Zero to Hero (tahu kan?? kalo ga tau, ckckckck.. sama). Ada sebuah kalimat yang menyebabkanku tetap nulis tulisan” basi ini >.<, pembicara itu berkata, “Jika ingin menjadi penulis yg baik, segera tulis apa saja yang terlintas di kepalamu karena jika tidak ditulis kemungkinan besar akan lupa” dari beberapa pengalaman ane, bener juga sih kata-kata tersebut😀, maka terciptalah tulisan ini.. (ampun deh, basa basinya lama bennerrr..)

PEMUDA.. hmm, yang terlintas di pikiran ane saat denger kata pemuda: masa” yg sangat rawan terjadi pada waktu  itu. Masa penting dalam menentukan jati diri, masa penuh cobaan, masa penuh kreativitas, masa yg seringkali dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, masa seorang teman lbh dipercaya daripada keluarga sndiri, masa “semau gue”. Mengapa ane bisa mengatakan hal itu? yaa karena ane juga pemuda ^^. Mungkin dalam mendefinisikan masa muda muda, ane berbeda dgn ente.. tak masalah.. stw (sante wae)
orang-orang  tua (terutama bpk-ibu) menaruh harapan yg besar terhadap pemuda. Mereka berharap kepada anak-anaknya agar benar-benar menjadi tulang punggung keluarga, bangsa, dan agama. Dengan alasan seperti itu, tidak jarang mereka selalu mengatur pemuda, kamu harus begini, begitu, beginu… (yaah, itulah orang tua). Namun, seringkali mereka tidak sadar bahwa pada masa itu, kebanyakan pemuda lebih senang berperilaku “semau gue”, tidak ingin diatur oleh siapapun. Mungkin, karena mereka merasa dapat berpikir sendiri bukan seperti anak kecil yang selalu dituntun.. Pemuda juga merasa mempunyai hak yang ingin dihormati dan diakui oleh orang tua. Maka, tidak jarang sering terjadi cekcok antara anak (pemuda) dengan orang tuanya hanya karena berbeda cara berpikir..(artikel ini JANGAN dijadikan sbgai pembenaran atas tindakan melawan org tua lhoo.. >_<)

PEMUDA DALAM ISLAM

Dalam ulasan ini, ane tidak ingin membahas mengenai tugas-tugas pemuda dalam Islam (alasannya? spt yg ane tuliskan di atas tadi, ttg masa “semau gue” ^^). Akan tetapi, ane ingin menuliskan penyebutan kata-kata pemuda yang ada di dalam Islam. Ane mengutip dari beberapa hadits yang menyebutkan tentang pemuda:
> Rasullullah Shallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :  ” Wahai para pemuda barangsiapa diantara kalian yang mampu menikah  maka menikahlah dikarenakan  dengan menikah dapat lebih menundukkan pandangan  dan menjaga kemaluan  dan barangsiapa tidak mampu menikah maka baginya untuk berpuasa  hal itu sebagai tameng baginya “ ( HR. Bukahri dari Ibnu Mas’ud Radiyallahu ‘Anhu )

masa muda menikaaah?? APAA??  hehehe, pasti bnyk terjadi kontroversi dgn hal itu. Bnyk alasan yg ada untuk tidak menikah muda, entah karena blm pny pekerjaan, sibuk kuliah, masih ragu, ato alasan yang lain.. Rasulullah sadar bahwa masa muda adalah masa seseorang mulai menyukai lawan jenis lagipula itu merupakan masa-masa labil.. hmm, sangat bahaya jika pemuda tdk dapat mengendalikan diri sehingga terjerumus ke sesuatu yang terlarang. Maka dari itu, Rasulullah mengatakan “dengan menikah dapat lebih menundukan pandangan dan menjaga kemaluan”. Tapi sebenarnya, itu bukan satu”nya jalan lho.. Pada kelanjutan haditsnya, seorang yang belum mampu menikah maka sebaiknya puasa karena dengan berpuasa dapat menjadi tameng bagi dirinya.  Bener juga kan? Bagaimana, siap menikah muda?? hehehehe…😛

>Rasullullah SAW bersabda: ” Tujuh orang kelak akan mendapat naungan dari Allah swt, di hari tiada naungan selain dari-Nya. Pertama, pemimpin yang berlaku adil. Kedua, pemuda yang tumbuh dengan ketekunan ibadah. Ketiga, seseorang yang hatinya selalu digantungkan pada masjid. Keempat, dua orang insan yang saling mencintai karena Allah, berkumpul karena Allah, dan berpisah pun karena Allah. Kelima, lelaki yang digoda oleh wanita yang berderajat lagi cantik, namun ia berkata; ‘Aku takut kepada Allah’. Keenam, seseorang yang bersedekah, dan ia merahasiakannya, sampai tangan kiri tak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanan. Terakhir, seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam kesunyian, hingga air matanya mengalir.” (Muttafaq ‘Alaih)

pemuda yang tumbuh dengan ketekunan ibadah… hmmm, kereen tapi sulit. Untuk mencapai tingkat itu, perlu adanya suatu komitmen yang  jelas untuk mencapai hal tersebut dan selalu konsisten (istiqomah) dengan ibadahnya.. (Ya Rob, jauh sekali dgn q😦 ) Jika kita gabungkan antara janji ALLAH itu dengan realita yang ada, memang benar sih.. untuk mencapai sesuatu yang sangat istimewa (dlm hal ini “mendapat perlindungan dari ALLAH pda hari yang tak ada perlindungan kec hanya dari ALLAH”) perlu perjuangan yang berat pula.

Dari tulisan ane ini, ane hanya ingin memberitahu betapa istimewanya seorang pemuda jika dirinya mau mengendalikan dirinya pada masa mudanya itu. Betapa istimewanya masa muda jika diisi dengan ibadah, birrul walidain, ataupun mengerjakan hal yang bermanfaat lain. Syukron jika mau membaca tulisan yang mungkin tata bahasanya ga jelas ini… ^^

special for: all readers, all youth, and myself… ^^

7 thoughts on “Masa Muda yang Istimewa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s