Just a Part of My Life (bag 1)

episode

Alhamdulillah akhirnya sampai di jogja kembali setelah pulang ke kampung halaman (Solo). Entah mengapa ada sesuatu yang aneh setiap kali kembali dari Solo. Ada sesuatu suntikan spirit, inspirasi, trus apa lagi ya? pokoknya serasa tubuh ini refresh. Ini bukan masalah diberi uang saku ato tidak sih, tapi ada sesuatu yg lain yg sifatnya tidak nyata. Mungkin ini yg disebut efek dari silaturahim. Walaupun hanya bertemu dengan keluarga sehari semalam, saat kembali ke jogja rasanya ada suntikan semangatย  di dalam hati untuk berubah menjadi lebih baik. Padahal kedua orang tuaku tidak pernah berpesan apapun. Kalaupun berpesan, pesannya biasanya hanya seputar sholat berjamaah dan tetep mengerjakan tilawah Al Qur’an. Kini diriku merasa konsep “baitii jannatii” ada dlm keluargaku, dulunya sih tidak pernah diriku merasakan bahwa rumah adalah surgaku.

Dahulu, waktu masih usia SMP dan SMA, hampir tiap hari dimarahi orang tua(astaghfirullah). Tinggal dirumah sejam rasanya seperti dipenjara satu tahun (hehehe sok tau, pdhl blm pernah dipenjara๐Ÿ˜› ). Banyak kuhabiskan waktuku saat usia SMA di luar rumah. (Waaow, kereen pasti aktivitas extrakulikuler di sekolahnya banyak..). Hmmm, nggak juga sih, malah ga pernah ikutan kegiatan begituan di sekolah (ckckckc, kirain … lha trus ngapaen dong? -.-“). GAME. Yah, maen game di game center. Game emg banyak diminati oleh anak laki-laki seusiaku saat itu. Memang sebenernya diriku sadar bahwa maen game itu tidak produktiv malah merupakan pemborosan. Tapi mau bagaimana lagi, itulah pelarian ku saat jenuh berada di rumah. Saya berpikir maen game online dapat menghilangkan sifat jenuh itu. Memang benar sih sifat jenuhnya hilang, tapi cuma sementara bahkan malah berakibat semakin parah. Setiap kali pulang dari sekolah tidak langsung pulang ke rumah tapi mampir dulu di game center sampai menjelang maghrib. Sesampai di rumah pasti selalu dimarahi, dan begitulah seterusnya. Sering memarahi lama-lama pastinya bosan, tak habis pikir, ibuku melaporkanku pada wali kelas saat itu. Hufh, selama 2 tahun jadi “most wanted” oleh wali kelas. Mulai dari kelas 2 sampai kelas 3 SMA diriku jadi orang yg dihafal oleh wali kelas, kalo dihafal karena prestasi sih ga knp”.. lha ini dihafal karena maniak game online (kasiiaaan deh gw.. T_T). Sering wali kelas ku saat kelas 3 SMA memanggilku saat jam istirahat menghadap di kantor guru. Jam istirahat tak cuma kantin yang ramai, tapi kantor guru pun juga ramaiย  oleh guru-guru yang juga sedang istirahat. Namun, diriku cuek aja meski banyak guru. Pernah suatu saat wali kelasku bercerita kepadaku tentang anaknya yang kerjaannya juga sering kali menghabiskan waktu di dpn komputer (“yes!! ternyata ada yg sama denganku”, batinku saat itu), tapi beliau melanjutkan bahwa anaknya di menghabiskan waktu bukan untuk nge-game tapi utak-atik blognya. (kalo aja dari dulu aq sering nge-blog, berapa banyak postingan yg telah aku tulis sampai sekarang..). Hmm, nge-blog.. sama sekali tak pernah terpikirkan olehku saat itu.

Seringkali kita mendengar masa-masa yang paling indah adalah masa-masa di SMA, tapi bagiku adalah masa yang kelam. Menyesali masa lalu memang tidak ada gunanya, tapi belajar dari masa lalu kita akan mendapatkan sebuah pelajaran yang sangat berharga. Yang telah berlalu biarlah berlalu, kita tidak bisa mengubah peristiwa yang telah terjadi. Marilah kita anggap masa lalu merupakan sebuah proses yang harus kita lalui sehingga kita sampai pada saat sekarang ini. Lama maen game akhirnya bosan juga, hidup terasa monoton. Suatu saat pernah muncul sebuah pertanyaan yang membuat perdebatan dalam batinku. “APA SIH TUJUAN MANUSIA HIDUP KALO AKHIRNYA MATI??“. Memang sih hanya satu pertanyaan sepele tapi jawabannya perlu dipikirkan serius. Dari pertanyaan yang telintas begitu saja, tanpa tahu darimana berasal itu, diriku menjadi sadar bahwa kehidupan ini bukan hanya untuk bersenang-senang, dunia ini hanya fana, berisi banyak sekali fatamorgana yang terlihat menyenangkan tapi sering menjebak manusia. Maka saat itu, kira” hampir mendekati masa kelulusan saya bertekad pada diri saya sendiri bahwa saya harus berubah. Terbayang masa depan jika aku masih sama seperti saat itu, mungkin di masa depan hanya menjadi zombie yang terlihat hidup padahal sebenarnya mati….. Liburan panjang setelah ujian pun tiba, !@$%^%&*^%$&%$^#%@% (pertanda apa itu??) bersambung ke part 2ย  ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s