Ekspresi Cinta

Menulis tentang cinta bukan berarti ane ahli mengenai persoalan cinta. Bahkan kalo disuruh mengemukakan definisinya secara pasti saja tidak tahu apa itu cinta. Cinta itu yang ane tahu sangat banyak macamnya. Cinta Allah kepada makhluk-Nya, cinta orang tua kepada anaknya, cinta manusia kepada lingkungan sekitarnya, cinta seorang pemimpin kepada bawahannya, dan sebaliknya serta sebagainya. Kalo bisa disebutkan, cinta Allah kepada makhluk-Nya, pastilah sangat banyak sekali. Mungkin dari sebelum lahir sampai setelah mati kita masih dicintai oleh Allah. Allah memberikan kepada kita apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Coba ingat-ingat, pernahkah kita meminta diberi mata, atau hidung, atau telinga, atau jantung. TIDAK pernah!! Allah lebih dahulu menciptakan dunia sebagai tempat hidup makhluk-Nya daripada makhluk itu sendiri dan Allah-lah yang memberikan semua yang kita butuhkan untuk bisa hidup di dunia ini. Lalu, seringkali saat seorang mendapat cobaan/ujian/musibah, orang tersebut menganggap Allah tidak lagi cinta kepada kita, tak lagi sayang kepada kita (na’udzubillah mid dzalik).. Apakah memang benar seperti itu? TIDAK!! coba saja kita tak diberi ujian berupa sakit, semua orang selalu sehat. Kita tak mungkin dapat merasakan betapa nikmatnya sehat itu. Yah.. seperti itulah ekspresi cinta Allah kepada makhluk-Nya terkadang tak dapat kita mengerti. Saat Allah mengambil orang yang dekat dengan kita, itu mungkin juga ekspresi cinta kepada makhluk-Nya. Dengan mendatangkan kematian, Allah mengingatkan kepada kitaΒ  bahwa di masa mendatang kita akan juga merasakannya. Allah juga melatih kepada kita untuk berkembang lebih dewasa. Kalo kita coba berperasangka baik, mungkin di masa mendatang Allah telah menyiapkan rencana kepada kita yang membutuhkan sikap dewasa untuk menjalaninya. Maka dari itu, Allah melatih kita untuk berkembang saat ini agar kita dapat menjalankan rencana yang telah Dia siapkan untuk kita di masa mendatang.

———-|== o ==|———-

Kita sendiri terkadang bertanya, “kenapa harus ada perpisahan setelah pertemuan? Perpisahan memang menyakitkan, kalo begitu lebih baik ga pernah ketemu saja…” Akan tetapi, pertemuan juga perpisahan adalah kehendak Yang Maha Kuasa. Itu merupakan sebagian kecil dari rencana-rencana yang telah Dia ciptakan untuk kita. Dengan pertemuan, Allah mungkin berkehendak agar kita bisa saling mengenal, memahami, saling mempelajari pengalaman-pengalaman yang berharga dari orang lain. Dari itulah kita bisa mempunyai banyak sahabat bahkan saudara yang selalu siap mengulurkan tangannya di saat kita dalam keadaan sulit, selalu senang di saat kita dalam keadaan bahagia, saling mengingatkan jika kita mungkin melakukan kesalahan dengan ekspresi cinta yang bisa saja berbeda antara satu orang dengan orang lain. Bagaimanapun cara orang mengekspresikan cinta, yang jelas orang itu tak ingin jika yang dicintainya celaka. Misalnya saja orang tua, segalak-galaknya orang tua (kalau masih waras), pasti tak ingin jika anaknya kelak jadi seorang penjahat. Semua orang tua, ane yakin, pasti ingin anaknya jadi anak yang sholeh dan bermanfaat bagi sekitarnya. Sekarang tinggal kita pribadi, bisa menangkap ekspresi cinta mereka atau tidak.

Sayup-sayup terdengar syair Harmony – Padi oleh tetangga kos…..

Kau membuatku mengerti hidup ini…
Kita terlahir bagai selembar kertas putih…
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai…
dan terwujud haromony….

Saladin Reborn

sholahuddin.al.ayyubi@gmail.com

7 thoughts on “Ekspresi Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s