Limited Words

source: aceshowbiz.com

A Thousand Words, adalah sebuah judul film komedi yang baru saja ane tonton. Film ini bercerita tentang seorang bernama Jack Mc Call dan segala aktivitas di keluarga dan di dunia kerjanya. Jack Mc Call, yang diperankan oleh Eddie Murphy, merupakan seorang agen dalam sebuah perusahan yang (sepertinya) berkaitan dengan publikasi buku. Jack Mc Call digambarkan sebagai seorang yang sangat banyak bicara dan sangat cepat dalam berbicara, tentu saja tanpa dia pikirkan terlebih dahulu. Dalam hal bicara, ia bagaikan kereta yang selalu tersambung dengan gerbong yang tak ada habisnya, mengalir dari kata ke kata berikutnya. Namun, kata-kata yang terucap oleh mulutnya bukanlah kata-kata penuh motivasi atau pencerahan, melainkan penuh dengan kebohongan, omong kosong, dan kata-kata kasar.

Every single word we’ve said would be accounted on the Day of Judgement

Hingga suatu saat Jack dihadapkan dengan masalah yang besar dalam hidupnya, sebuah pohon misteri. Pohon Misteri? Ya.. Pohon misteri yang muncul secara tiba-tiba di belakang rumahnya. Tidak hanya sebatas itu kisahnya, kehidupan Jack Mc Call secara misterius terhubung dengan kehidupan pohon misteri yang muncul tersebut. Setiap satu kata yang keluar dari mulut Jack Mc Call akan berakibat gugurnya satu daun dari pohon misterius. Jika semua daun di pohon misterius gugur, maka matilah pohon misterius itu, begitu juga dengan Jack Mc Call.

Satu-satunya solusi untuk mencegah daun di pohon misterius itu gugur adalah DIAM (ya… diam). Diam, menjadi masalah terbesar bagi karakter Jack Mc Call karena sangat berlawanan dengan karakternya yang tidak bisa berhenti untuk bicara. Bisa kalian bayangkan sendiri betapa beratnya kehidupan yang dialami Jack untuk selalu diam dalah kesehariannya. Karena memang pada dasarnya banyak bicara, tentu keluar juga kata-kata dari mulutnya meski tidak sebanyak biasanya. Saking hematnya kata-kata yang dia ucap mengakibatkan adanya salah paham dengan lawan bicaranya. Dampaknya, Jack ditinggalkan oleh istrinya dan dia dipecat dari tempat kerjanya.

Sampai suatu ketika tinggal beberapa daun yang tersisa di pohon misterius itu. Dan itu berarti hanya ada beberapa kata saja yang dapat Jack katakan sebelum mati. Jack akhirnya sadar, betapa pentingnya menjaga keluarga dan orang-orang di sekitarnya dengan berbicara sekedarnya. Semakin habisnya daun di pohon misterius, Jack mengucapkan kata-kata terakhir kepada istrinya, kasir kedai kopi, tukang parkir, ibunya, dan juga ayah yang dia benci karena sering meninggalkannya. Pada akhirnya, “I forgive you.“, merupakan 3 kata yang diucapkan Jack di makam ayah yang dia benci… The End,

(sebenarnya blm berakhir sih, masih ada lanjutannya kok😀. Jack tidak jadi mati karena pohonnya tumbuh lagi. Istri beserta anaknya pun kembali berkumpul dengannya. Selain itu, Jack juga menulis buku tentang pengalamannya, berjudul “a Thousand Words”)

img-src: taalk.me

Setiap kata yang terucap/tertulis akan dipertanggung-jawabkan besok di hari pembalasan. Semoga lisan kita bisa terjaga dari perkataan yang tidak bermanfaat.

Ditulis oleh: @mang_udien

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s