Life is Code

Mengapa harus seperti ini? Sepertinya memang harus diawali kata tanya “mengapa” agar muncul alasan terjadinya suatu peristiwa.

“Life is choice” saat ini kalimat itu sudah basi. Yah, emang udah benar-benar basi. Rencana-rencana masa depan yang telah kubuat, mimpi-mimpi indah yang ingin gue raih, tempat-tempat mengagumkan yang ingin gue kunjungi, dan semua yang ingin gue lakukan di masa depan mungkin memang harus gue korbankan untuk dilupakan. Hidup tanpa pilihan.

Memang sih, seseorang itu bisa aja bebas memilih dia mau ngapain dan mau jadi apa. Jadi preman, copet, rampok, tentara, polisi, dokter, or whatever they wanna be bebas dipilih. Namun, pilihan itu mungkin ga berlaku bagi gue saat ini. Mengorbankan sesuatu yang kita inginkan demi kepentingan orang lain, yah memang berat. Pengin rasanya lari dari semua hal-hal yang berat itu, tapi malah bayangan-bayangan buruk melintas dalam benak ketika mencoba lari dari semua itu. Resiko yang harus gue tanggung bisa semakin besar jika gue lari. Gila!

#ranyambung

Saat kita belajar bahasa Inggris, tentu aja mempelajari yang namanya “IF Clause“. Suatu hal dapat terjadi jika kondisi tertentu telah terpenuhi, secara sederhana IF Clause dapat dimaknai seperti itu. Kalo dalam bahasa pemrograman, ada juga yang namanya IF Clause yang biasa ditulis dengan format IF [condition] THEN [statements] ELSE [statements]. Sebuah sistem yang kompleks, ga mungkinlah cuma ada 1 rule IF clause, yakin gue kalo ada banyak sekali IF Clause dalam sistem itu. Coba deh perhatikan gambar berikut:

if-then-else

if-then-else

Gimana? Ga mudeng? Pura2 mudeng aja… Oh iya, yang menarik adalah bagian paling akhir, yaitu “ELSE”. Jika tidak satupun kondisi yang bisa terpenuhi, maka yang akan dijalankan adalah bagian ELSE itu, ckckkckc… kasian sekali seolah hanya sisa dari rangkaian conditional sentences. Mungkin seperti itu hidup gue, harus selalu terjebak dalam pilihan sisa itu. Selalu saja seperti itu, tidak ada yang namanya kondisi terpenuhi. Hahahaha… Lagi-lagi, mengapa harus seperti ini? Huhft… terdengar lirih bisikan dari dalam hati kecil ini.. “Bukankah akan lebih mudah memilih jika pilihan itu hanya ada satu?” Khu khu khu, iya juga sih.. Jika disuruh memilih dan pilihannya cuma ada satu, mana yang akan dipilih? Tentu aja pilihan yang cuma satu itu kan? kenapa harus bingung-bingung? #LOL

Hahaha, tiba-tiba malah teringat nyanyian di film kartun tamiya yang sering gue lihat sebelum berangkat sekolah saat masih SD,

Di saat rasa cemas datang dan melanda di hati,
terbayang senyuman yang kurindukan…
Let’s Go!!
Bersatu dengan angin larilah mimpi-mimpiku,
Ku tak akan pernah menyerah…
Winning Run
Rasakan deru angin larilah sampai tujuan,
Mari genggam kemenangan di tangan ini..

Yaah, mungkin memang desain masa depan gue yang kurang bagus. Sebuah rancangan masa depan yang bagus seharusnya bisa secara dinamis mengikuti keadaan secara tiba-tiba terjadi. “What kind of life do you want to live? Let me think and code!”

#edisigalau

Regards,
@mang_udien

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s