(bukan) Sepotong Hati yang Baru

Tahun baru (lagi). Yups, lagi-lagi menulis tentang tahun baru. Sebenernya sudah pernah sih nulis tentang tahun baru beberapa waktu yang lalu, lebih tepatnya 2 tahun yang lalu. Hahahaha, lama banget. Tak apalah aku tulis hal yang serupa, tapi dengan versi yang bisa dibilang lebay bangetz. Entah ada yang baca tau tidak, bukanlah suatu yang penting saat ini… yang terpenting adalah “gue pengin nulis“.

Pergantian tahun, banyak sekali perbedaan bagaimana seseorang melewatinya. Ada yang menganggap pergantian tahun itu biasa aja, ada yang menganggap spesial, sampai-sampai merayakannya dengan begitu mewah, ada yang ga ngerti harus ngapain dan akhirnya hanya ikut-ikutan merayakannya dengan menyalakan kembang api, ada juga sekelompok orang yang kumpul bareng dengan teman-temanya, bakar jagung, bakar ayam, atau bakar rumah (becanda kalo ini). Selain itu, ada yang membuat renungan akhir tahun dan membuat rancangan awal tahun, dan mungkin juga ada yang laptop-an aja (bukan gue lho). Namun dari semua hal yang menyenangkan itu, ada juga lagi menunggu “pendamping hidup” yang lagi dalam keadaan koma.. ouch, Sad New Year..

~(‘ o’)~ β™₯ ~(‘o ‘)~

Kurang lebih, 3 tahun yang lalu aku bertemu dirimu. Ya, saat aku masih berada di bangku semester satu. Menurutku, dirimu begitu perfect saat itu (tapi sebenernya ga pefect-perfect amat sih). Awal kita berkenalan agak bingung juga memahami dirimu, tapi setelah sekian lama bersama, akhirnya aku bisa lebih mengerti kamu. Dirimu selalu setia mendampingiku, tak peduli rintangan apa yang akan kita hadapi bersama. Sampai saat itu pun datang, saat kau terbaring dalam keadaan koma di penghujung tahun 2012.

Tak peduli seberapa derasnya hujan yang turun malam itu,
Tak peduli seberapa meriahnya perayaan tahun baru di luar sana,
Tak peduli pula seberapa bagusnya kembang api yang menyala menghiasi malam yang mendung kala itu,
Bagiku, yang terpenting saat itu adalah dirimu kembali sadar seperti sedia kala.

Aku mencoba berpikir, mencari tahu mengapa kamu bisa tak sadarkan diri seperti itu. Akhir-akhir ini kamu memang agak ngambek padaku, tapi aku ga tau kamu itu ngambek karena apa. Tak satu patah katapun yang keluar darimu, ya sudah akupun hanya diam aja. Kemudian diriku menyadari sesuatu, apakah gara-gara aku berniat mencari pendamping yang baru, yang lebih perfect darimu? Apakah benar karena itu? Meskipun aku tau kau tak akan bisa menjawab pertanyaanku, aku terus bertanya pada dirimu saat itu. Kau hanya diam, tak satupun kata yang kau ucapkan. Diam-mu saat itu seolah kau berkata kepadaku, Bukankah lebih baik tidak ada aku jika kau memang menginginkan dirinya?” Inginku menangis saat itu, tapi tidak kulakukan karena hidupku bukan kdrama.

Terngiang-ngiang dipikiranku kenangan selama 3 tahun bersama dirimu. Dari pagi sampai malam selalu pergi bersama dirimu. Sering kuajak dirimu ke gedung fakultasku yang bersih. “Ngesot” bersama di lantai, ga peduli banyak mahasiswa lalu-lalang yang sesekali melihat kita. Teringat juga saat itu, sudah pukul 10 malam kita masih saja duduk berdua di depan gedung laboratorium terpadu. Sampai-sampai diusir satpam kala itu. Kita bisa tersenyum dan tertawa bersama ketika melanglang-buana di dunia maya.. membaca status facebook yang lucu, ataupun ketika membaca post di blog. Teringat pula waktu itu, saat hujan deras sepanjang perjalanan Jogja-Solo. Meskipun tidak memakai jas hujan, tetap saja kuterobos hujan yang deras itu sambil memeluk dirimu yang tak sadarkan diri. Move then die.. huhft. Keesokan harinya, kubiarkan dirimu sendiri, sengaja kulakukan supaya dirimu lekas sembuh. Pernah juga satu bulan kita tidak bersama karena dirimu harus op-name di Jakarta. Sedih memang di kala itu, tapi tak sesedih saat ini.

Bila yang tertulis untukmu adalah yang terbaik untukku,
Kan ku jadikan kau kenangan yang terindah dalam hidupku.

Namun, tak kan mudah bagiku meninggalkan jejak hidupku,
yang tlah terukir abadi sebagai kenangan yang terindah.

Alhamdulillah, atas izin Allah dirimu sembuh juga. Hari pertama di bulan Januari 2013 menjadi awal yang baru bagi kita berdua, meskipun dengan sepotong hati yang baru… Eh, sepotong hard-disk yang (seperti) baru. Yeah, masih ada banyak tantangan yang perlu kita hadapi bersama. Script-shi* dan Add-ons.

#fighting

#edisigila : format ulang hard-disk 320GB

Regards,

@mang_udien

Penampakan

toshiba

sang pendamping hidup

 

toshiba-dpn

alhamdulillah, sudah sembuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s