Bingung mau ngapain? Blogwalking aja..

Ketika terbangun dari tidur siang, adzan ashar sayup-sayup terdengar dari Masjid Kampus UIN SuKa. Ane duduk sebentar di bangku depan kamar kos karena emang “rung genep nyawane”, kata orang Jawa seperti itu. Setelah semua “nyawa” udah terkumpul, segera ane berwudhu untuk sholat ashar. Sore itu kuputuskan sholat di kos karena hujan yang tadinya gerimis semakin deras aja. Yah, pertanda akan hujan lebat..

Rainy Thursday, June 13, 2013

Ternyata emang bener hujan lebat… Waktu yang tepat untuk ngelanjutin nulis skripsi, khu khu khu.  Hah? Ngelanjutin? Hellooo, sadar wooi nulis aja belum loe.. masa bilang mau nerusin. Oke deh, ane ganti “mulai nulis skripsi”. Facebook dan Tweetdeck udah ane tutup. Aplikasi pengolah kata udah ane buka, sebut aja Ms. Word (baca: Miss Word). Yeah… It’s showtime.

… tik tok tik tok….

Detik demi detik telah berlalu, tanganku tiba-tiba terhenti.. tak satupun kata yang tertulis, hanyalah lembaran putih kosong yang ane lihat di layar laptop. Woooi, lu mikirin apa aja sih? Nulis aja ga bisa.. Yah, entah kenapa ane mendadak galau gini, imbasnya mood nulis jadi sirna.

Di luar sana hujan masih terus turun. Teman-teman yang pada sholat di masjid belum juga pulang. Sepi.. Daripada “plongah-plongoh” kuputuskan tiduran aja, membebaskan pikiran liar melanglangbuana kesana-kemari. Suara hujan deras yang membuat sore itu menjadi ramai. Entah kenapa tiba-tiba malah teringat suatu hadits tentang waktu-waktu yang mustajab untuk terkabulnya doa. Salah satunya ya saat hujan. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah. Daripada tenggelam dalam rasa jengkel atau cuma “plongah-plongoh” lebih baik memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa memohon apa yang diinginkan kepada Allah.

Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

Sambil tiduran ane berdoa, untuk keluarga, untuk teman-teman, dan juga untuk diri ane sendiri. Sebenarnya, banyak sekali permintaan yang ane sampaikan kepada Yang Maha Mengabulkan Doa, tapi salah dari doa itu adalah agar diberi kemudahan dan semangat untuk nulis skrispi. Entah dikabulkan atau nggak.. yang penting yakin aja “ud’uunii astajib lakum” (Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu) Beres..

Mood nulis kok belum muncul juga ya.. Hufht. Secara spontan jari-jari mengetik alamat blog. Sadar kalo ternyata udah lama ga blogwalking. Aktivitas yang sangat ane suka waktu awal kuliah. Maklumlah ane orangnya kuper, ga punya teman, ya jadinya cuma bisa baca-baca blog orang lain doang. Paling seneng kalo baca-baca pengalaman orang lain, kadang bisa bikin senyum-senyum sendiri, bisa bikin penasaran, bikin semangat, dan bisa juga menginspirasi untuk melakukan sesuatu. Seperti itulah blogwalking, bisa belajar dari pengalaman orang lain. Namun, tetep aja akan lebih menyenangkan kalo pengalaman2 orang lain yang menyenangkan itu bisa kita alami sendiri.😀

Ada satu kisah yang ane baca dari salah satu blog  yang ane follow. Sebenernya ga begitu kenal sih sama orangnya, cuma ngerti aja. Ceritanya bikin kaget + membuat malu diri ane sendiri. Seharusnya ane bisa lebih hebat dari orang itu, malah realitanya.. ternyata ane jaaauuh di bawahnya. Seolah tamparan keras melayang di pipi, disusul tonjokan tepat di wajah, tendangan di kaki yang menghancurkan kuda-kuda, dan terakhir… dibanting. Brakkk!! Lebay sih, tapi emang begitu adanya.. Well, bagaimanapun juga meski orang lain itu lebih hebat daripada ane, ane tetaplah gue apa adanya. Lebih baik hidup menjadi diri sendiri dengan segala kekurangan daripada hidup menjadi bayang-bayang orang lain. (kok geje banget, cerita tentang apaan ga dijelasin)

Setiap manusia itu diciptakan unique, tidak ada yang sama meskipun ada juga orang yang sangat kembar sekalipun tetap saja mereka dua objek yang berbeda. Setiap orang punya kemampuannya sendiri, punya sudut pandang pemikiran masing-masing, dan juga punya impian masing-masing. Hanya orang hebatlah yg mampu mengerahkan seluruh kemampuan terbatasnya untuk meraih apa yg dia impikan. Hening.. Kupandangi papan tulis tempat mencatat progress skripsi ane, dan kubaca tulisan yang sengaja kutulis disana… “target wisuda: Agustus 2013” dan akhirnya jari-jari ane mulai menari di atas keyboard menulis kata demi kata hingga akhirnya selesailah skripsi gue  tulisan ini. Mood menulis pun kembali, thank YOU ALLAH. Alhamdulillah…

lari dari kemonotonan terkadang perlu dilakukan untuk mengembalikan mood yang hilang entah kemana.

#edisigalauskripsi -> hobby kok galau, huuuu…

oke deh, gue ganti… #laridarikemonotonan

Sho Tozuro @kamarhacker

2 thoughts on “Bingung mau ngapain? Blogwalking aja..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s