Long Time No See

Assalamu’alaykum.. Lama tak jumpa🙂

Saking padatnya jadwal jadi ga pernah ada kesempatan deh untuk nulis (sok sibuk). Setelah sekian lama ga buka blog, iseng-iseng masuk dasbor ternyata si WordPress semakin cantik tampilannya dan tambah juga fitur-fiturnya (sbenarnyaudah agak lama sih taunya). So, kayaknya mubadzir banget deh kalo ga pernah ng-update tulisan di blog😛

—- oke, mulai…

Cerita ini bermula dari sebuah kamar kos yang sangat berantakan (berantakannya seperti apaga perlu dibayangkan). Pada suatu malam, sang pemilik kamar merenung. Wajahnya yang sayu seolah menandakan tak ada gairah hidup lagi. Padahal, usianya masih sangat muda. Sayang sekali rasanya kalo masih muda, tapi sudah hilang semangatnya.

Dalam hati dia berkata, “Kenapa ya, hatiku bisa berantakan gini, sama seperti kamarku.. ” (bruakakakak)

Kamar yang baik, seharusnya tidak sembarang barang bisa masuk. Sampah, sepatu, sandal, dan barang-barang yang tidak diperlukan seharusnya di letakkan di luar aja agar kamar tidak penuh barang2 yang gak berguna. Selain mengatur barang-barang apa aja yang bisa masuk, isi sebuah kamar juga seharusnya ditata dengan rapi. Barang-barang yang ada dalam kamar tidak semestinya diletakkan begitu saja. Kalo kita pernah iseng-iseng ngintip gudang di supermarket, stok dagangannya ditata dengan rapi, masa sih kamar mau-maunya kalah dengan gudang (nah loe). Pakaian-pakaian dilipat dengan rapi dan dimasukkan dalam lemari, barang-barang yang berharga disimpan agar selalu aman, benda-benda yang berukuran kecil, seperti kunci, pemotong kuku, alat tulis, dan sebagainya perlu diletakkan di tempat-tempat khusus agar mudah mencarinya. Selain itu, yang lebih penting lagi adalah kamar harus selalu dibersihkan. Kamar yang ga pernah dibersihkan bisa-bisa jadi sarang berbagai kuman dan penyakit. Bahaya banget kan, tanpa disadari kita tiba-tiba terkena penyakit. Kalo penyakitnya ga menular sih yang rugi paling cuma diri kita, tapi kalo menular? Tetangga kamar bisa kena juga. Hanya karena kamar yang ga pernah dibersihkan, bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Huh, ga banget.

… dan hatipun sama seperti kamar. Hati itu juga perlu diatur, ditata dengan rapi, dan perlu juga dibersihkan.

Tidak sembarang nama hal perlu dimasukkan dalam hati. Tidak pula semua kritikan perlu dimasukkan dihati, hanya kritik-kritik yang membangun (nasihat) aja yang perlu dimasukkan. Sedangkan cibiran? “Talk to my hand!!”. (idiih, jahat banget) Eh, manajemen bukanlah sebuah kejahatan lho. Penjelasannya gini, dalam metode pengembangan sistem “Scrum“, ada yang namanya konsep “ninja – pirate“. Ninja adalah orang-orang yang berpengaruh dalam pengembangan sistem, dalam metode ini adalah product owner, scrum master, dan development team. (bingung? googling aja.. haha). Sedangkan pirate adalah orang-orang yang (mungkin) akan menggunakan sistem, tapi ga ada kaitannya sama sekali dengan pengembangannya. Jadi, pirate itu hanya pengguna aja, ga ada kaitan dengan pengembangan. So, abaikan aja tuh ocehan-ocehan si pirate. Why? dia (pirate) ga ada urusan dengan pengembangan sistem, ngapain coba nge-dengerin dia? Buang-buang waktu😛  Nah, saat implementasi, barulah perlu didengerin sedikit tuh ocehan si pirate, sebagai feedback dari sistem yang telah kita kembangkan untuk kemajuan/pengembangan selanjutnya. Intinya, segala cibiran itu bukan untuk dimasukkan ke dalam hati, tapi untuk didengerin aja.

Hati itu sangat unik, cuma satu tapi bisa menyimpan berbagai macam hal. Itulah yang menyebabkan kita bisa senang, sedih, kecewa, benci, marah, dan lain sebagainya. Karena banyaknya isi hati, maka perlu ditata agar hati bisa berfungsi secara semestinya. Bagaimana cara menatanya? Ya dengan memberikan porsi yang sesuai untuk setiap hal yang ada di hati. Rasa cinta terhadap sesuatu, ya diberikan porsi secukupnya saja tidak perlu berlebihan. Begitu juga rasa benci terhadap sesuatu, tidak perlu diberikan porsi yang sangat berlebihan karena bisa jadi yang kita benci pada saat ini akan menjadi sesuatu yang kita cintai di masa depan. Ingat kawan, hati itu mudah sekali dan bisa cepat berubah. So, mencintai sesuatu itu sekedarnya saja, dan membenci sesuatu juga sekedarnya saja.

Hati itu juga tidak selamanya steril, bebas dari yang namanya kuman atau racun yang kita kenal sebagai dosa. Setiap kali seseorang melakukan dosa, ada satu titik hitam dihatinya. Melakukan dosa lagi, ya tambah satu titik lagi, dan seterusnya sampai hati itu menjadi hitam pekat, kering, dan kosong. Keadaan seperti itulah yang menjadikan manusia berada dalam kegelapan. Mengerikan. Seperti halnya seorang berjalan di tempat yang gelap tanpa cahaya sedikitpun. Kalaupun ada duri, yaa mesti akan diinjak. Ada tembok di depannya, tetap ditabrak. Ada batu, yaa akan tersandung. Begitu juga dengan orang yang hatinya sudah gelap. Ada larangan ini, dilanggar. Ada larangan itu, tetep dilanggar juga tanpa ada rasa bersalah/berdosa sedikitpun.  Na’udzubillah min dzaalik. Hanya dengan menjauhi kemaksiatan dan mendekatkan diri pada Allah hati akan selalu bersih dan bercahaya.

Tak seorangpun bisa tahu secara pasti apa isinya. Tak seorangpun juga mengerti bagaimana pola perubahannya. Jangan pernah bermain-main dengannya, jika gak yakin dapat menguasainya.

– Hati –

Catatan:

-> mulai ditulis sebulan yang lalu, tapi baru selesai sekarang. #hammer

-> inspired by: #udahputusinaja – Felix Siauw

-> menjelang Romadlon bersihkan hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s