Work World

codingLama kutinggalkan blog gw yang penuh sejarah ini. Tempat pelarian dari (kecanduan) game online. Sebenarnya pengin sekali nulis sesuatu sekedar untuk melegakan batin dan menyegarkan pikiran. Beberapa post sebenarnya telah dibuat, semuanya hanya tersimpan sebagai draft, dan akhirnya hanya bermuara di tempat sampah.. Hahaha. Jari-jari ini begitu sulit untuk sinkron dengan otak, mungkin karena terlalu lama tidak menulis bahasa-bahasa manusia. Setiap hari hanya menulis kode-kode program. Pada kesempatan kali ini, gw cuma berharap semoga post kali ini tidak bernasib seperti post-post sebelumnya… masuk ke trash.😛

Dari sulitnya menulis ini gw jadi berpikir. Bingung, kenapa ya diri ini tidak lagi PeDe ataupun nekat seperti dahulu? Selalu saja ada alasan untuk mundur dari keinginan-keinginan yang ada. Apa coba yang ditakutkan? Kegagalan? atau malah tidak siap untuk mendapat kesuksesan? Padahal dahulu selalu saja bisa berkata, “nek gagal yo sesuk tinggal cobo meneh“. Sekarang malah….. Ya, sepertinya gw udah berubah.

Setiap orang memang bisa berubah atau malah membutuhkan perubahan. Maaf kawan, berubah disini bukan jadi power ranger, kamen rider, atau GGS lho… tapi berubah secara kepribadian. Oke? Dunia kuliah sudah lama gw tinggalkan, dan saat ini gw berada di dunia kerja (walaupun sebenarnya tetep di lingkungan kampus juga sih.. Huhft). Dunia kerja dengan dunia persilatan perkuliahan memang tidaklah sama. Di dunia perkuliahan, meskipun setiap hari harus belajar, belajar, dan belajar, tapi merasa selalu ada tantangan karena apa yang dipelajari selalu beda dengan hari-hari sebelumnya. Berbeda dengan dunia kerja (karyawan), meskipun setiap hari kerja, kerja, dan kerja (eh, mirip slogannya siapa gitu), tapi yang dikerjakan begitu monoton.. itu-itu aja lah pokoknya. Serasa hidup itu nggak greget gitu deh.

Menjadi karyawan berarti akan agak sulit untuk menjadi orang yang idealis. Why? Karena saat itu bukan kita yang berhak memiliki idealisme, tapi atasanlah yang berhak. Kalo karyawan mah cuma ngikut aja sama atasan. Kalo di-instruksikan belok kanan ya belok kanan, belok kiri ya belok kiri, lompat, merangkak, jongkok, atau apapun ya pokoknya nurut aja. Hehehe.. TAPI setiap secara rutin kita mendapat gaji yang tetap, tanpa peduli perusahaan atau tempat kerja kita dalam keadaan sulit ataupun dalam masa berjaya-berjayanya.

Sudah lebih dari setahun gw hidup sebagai karyawan, bisa dikatakan hampir setiap hari masuk kerja. Horor kan? Iya, soalnya gw juga numpang tidur di situ sekalian. Selain ga perlu keluar uang kos, akses ke masjid dekat, ke warung makan juga dekat, ke kantor pun juga dekat.. tinggal bangun tidur sampe deh di kantor.😀 Soal gaji, alhamdulillah lumayan.. Bisa dikatakan lebih dari cukup, untuk biaya seorang diri dengan gaya hidup yang sederhana. Soal jam kerja, secara resmi jam kerja dimulai pukul 08.00 – 16.00 tapi realita yang ada jam kerjanya flexible, asalkan sistem/aplikasi yang harus dibuat dapat selesai tepat sesuai deadline. Enak kan? Tak bisa dipungkiri, justru zona nyaman seperti itulah yang menyebabkan diri ini berubah. Jujur aja, pernah sesekali terpikirkan untuk hijrah dari sini, mencari lebih banyak pengalaman dalam dunia kerja, khususnya bidang IT, agar bisa terhindar dari ke-monoton-an dan keluar dari zona nyaman. Akan tetapi, batin ini selalu berontak jika pindah tanpa menyelesaikan dulu apa yang telah dimulai di sini. Masih banyak pekerjaan yang harus gw selesaikan, termasuk implementasi skripsi gw (lah, tau banyak kerjaan ngapain nulis di sini ya?). Bismillah semoga bisa cepat kelar dan tahun depan sudah move-on. Fighting!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s